Diskominfotik Wajo Dorong KIM Jadi Motor Informasi Desa, Sosialisasi Digelar Penuh Antusiasme

28 Apr 2026
Admin
Dibaca 5 kali
Diskominfotik Wajo Dorong KIM Jadi Motor Informasi Desa, Sosialisasi Digelar Penuh Antusiasme

Wajo — Upaya memperkuat arus informasi hingga ke akar rumput kian dipacu Pemerintah Kabupaten Wajo. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), sosialisasi pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo, Senin (27/4/2026), dengan melibatkan kepala desa, lurah, serta pegiat KIM.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem informasi yang mandiri di tingkat desa dan kelurahan. Para peserta dibekali pemahaman teknis tentang bagaimana KIM dapat dikelola secara efektif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Diskominfotik Wajo, Ir. Andi Musdalifah, M.Si, menegaskan bahwa KIM memiliki posisi vital sebagai “urat nadi” penyebaran informasi pemerintah. Menurutnya, KIM menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan dengan realitas di lapangan.

“KIM bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga ruang hidup bagi masyarakat untuk memahami, mengolah, dan menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keunggulan KIM terletak pada pengelolaannya yang berbasis masyarakat. Hal ini membuat informasi yang disampaikan lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan warga. Namun demikian, aspek legalitas tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah mendorong setiap KIM memiliki Surat Keputusan (SK) agar dapat memperoleh dukungan fasilitas, termasuk akses platform digital seperti website untuk publikasi dan promosi potensi lokal.

Tak hanya itu, KIM juga diproyeksikan sebagai kanal dua arah—menyampaikan program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara cepat dan akurat. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu meningkatkan literasi informasi serta memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sarmini Sallu, S.Si, menggarisbawahi bahwa KIM memegang peran ganda: sebagai wahana komunikasi sekaligus agen perubahan sosial. Ia menyebut KIM sebagai “terminal informasi” yang menghubungkan berbagai kepentingan di tingkat desa.

“KIM menjadi ruang kolaborasi—tempat masyarakat bertukar informasi, berdialog dengan pemerintah, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa KIM juga berfungsi mendorong kemandirian masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal, KIM diharapkan mampu membantu warga menjawab tantangan zaman secara kreatif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi yang mengemuka dalam sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Wajo optimistis KIM akan tumbuh sebagai motor penggerak informasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif—membawa desa semakin cerdas, tangguh, dan berdaya saing di era digital. (Humas -Kominfotik)